Archive for the 'Personal' Category

Aug 26 2008

Melelahkan

Published by Dipoetraz under Personal

Gila, ya gila… tapi bukan mentang-mentang abis dari RSJP jadi gila.
Sebab setelah 9 hari ga ngantor karena perpaduan libur Galungan dan cuti yang aku campur menjadi adonan yang enak, akhirnya hari Senin itu datang juga, jadi siap siap masuk sketsa tanpa skenario.
Cuman satu kata untuk hari senin pagi itu.. males…ke kamar mandi pun sampe ngesot-ngesot…duh,,

Continue Reading »

Popularity: 26% [?]

7 responses so far

Jul 20 2008

Lumpiaku dikejar

Published by Dipoetraz under Iseng, Personal

Susahnya beli lumpia di Puputan Badung, baru aja duduk di lingkaran patung yang berisi air mancur untuk beli lumpia, eh yang jualan tiba-tiba langsung ngeloyor pergi,

lah “ni orang mau di beli kok malah ngacir ya?” gelo ah

eh ternyata di belakang ku ada dua buah trantib alias tibum yang suka ngejar-ngejar orang yang jualan di puputan pantesan aja tuh dagang lumpia ngacir.

Huh susahnya beli lumpia, terpaksa deh harus muter lagi nyari tempat yang sepi, dan harus menunggu sampe ga ada tibumnya. Untung aja ga berjalan lama ke arah timur akhirnya aku menemukannya. nyam…nyam… enaknya… eh belum juga abis lumpianya, tibum yang lain udah datang lagi, padahal lagi pengen tambah… huh cape… ga jadi deh nambah, langsung cabut aja pulang.

Popularity: 62% [?]

10 responses so far

Jul 03 2008

Antrian Mandiri yang mengecewakan

Published by Dipoetraz under Personal

Jadi ceritantya begini, tadi siang sekitar 12.30pm (03/07/2008) berangkat ke Bank Mandiri di Kuta depan tempat makan Bu Tinuk, berencana untuk buka rekening baru yang nantinya mau digunakan untuk rekening dana punia. Setelah sampai di Bank tersebut saya langsung mengambil no antrian yang letaknya tak terlihat (huh bukannya ditaruh di deket pintu biar terlihat - memang sih ini pertama kalinya saya masuk Bank Mandiri), ah ternyata dapat no 81 padahal sekarang masih no 76 yang terakhir nampak di layar monitor, kemudian duduk di sebelah tempat pengambilan nomer antrian tersebut dan di depan salah satu CS.

Setelah beberapa saat ada seorang wanita baru datang dan nampaknya memang sedikit akrab dengan CS di sana, semuanya disapa.., sejurus kemudian, setelah salah satu orang yang selesai dilayani oleh salah satu CS, wanita ini langsung saja menyambar ke tempat duduk tersebut dengan diawali sedikit basa basi dengan CS-nya, padahal nomer antriannya 88. Yang jadi masalah disini sebenarnya bukan masalah si nasabah tersebut nyelonong atau enggak, apabila memang Mandiri sudah menetapkan bahwa no antrian merupakan standard untuk pelayanan, berarti CS-nya yang salah, setidaknya si CS juga harus tanya,

“ibu nomer urut berapa?”

dan kalau memang belum gilirannya si CS harus berani bilang

“ibu bukan gilirannya sekarang, harap tunggu dulu”,

ternyata apa yang saya harapkan tidak terjadi si CS tetap saja membiarkan si wanita itu dan si CS juga tetap melayaninya, kemudian setelah selesai mereka berurusan si wanita itu dengan enaknya menaruh kembali nomer antrian 88 itu ditempat nomer antrian tersebut.

“dodol.. kalah sama bebek ternyata orang ini”

Kemudian ada salah seorang nasabah datang dan kebingungan ketika mengambil nomer antrian dan bertanya ke SATPAM yang berdiri di sebelahnya

“nomer antrian mana yang benar neh? kok ada 93 kok ada 88?”

seketika langsung saya sambung,

“pak, nomer antriannya ga bener, coba aja liat yang sekarang di depan CS-nya sesuai ga dengan nomer yang di monitor?”

langsung saya taruh nomer antrian 81 yang saya pegang, di depan SATPAM tersebut, kemudian keluar dari Bank Mandiri tersebut dengan kecewa dan ga jadi buka rekening, saya juga buru-buru saya harus balik ke kantor pk 01.00pm.

Males.. kayaknya ga mau buka rekening di Mandiri.

Popularity: 56% [?]

5 responses so far

Jun 09 2008

Cerai !

Published by Dipoetraz under News, Personal

Akhirnya sabtu (07/06/08) kemaren resmi pisah alias cerai dengan unlimited mobile centrin online, udah ga kuat bayarnya (mahal banget) seiiring dengan kenaikan BBM yang menyesakkan.

Sekarang masih menunggu bagaimana review terhadap telkomsel unlimited, jika hasil reviewnya bagus mungkin akan berpaling kesini, dan sekarang harus memanfaatkan internet di kantor.

Popularity: 91% [?]

13 responses so far

Jun 04 2008

Potong gimana?

Published by Dipoetraz under Iseng, Personal

Itulah pertanyaan yang sering kita dengar ketika sudah duduk manis di kursi sebuah salon atau tukang cukur. Padahal sampai saat ini sudah begitu seringnya pergi ke tukang cukur masih saja susah untuk menjawabnya. Ya, tadi hal itu terjadi menimpaku, saat duduk di kursi panas di sebuah tukang cukur Maduratna di seputaran jalan WR.Supratman. Ruangan yang hanya berisi dua buah kursi dan tumpukan koran bekas bulan-bulan lalu menjadi saksi terpakunya diriku ketika tukang cukur bertanya hal itu, seketika saja aku menjawab seadanya…

potong bebas rapi ‘kataku

spontan aja tukang cukurnya bertanya lagi “maksudnya gimana mas?”

“ya udah potong pendek dirapiin tapi jangan terlalu pendek” tambahku

“ya mas” jawab si tukang cukur

tapi buru-buru aku timpali lagi jawaban tukang cukur tersebut “pokoknya yang bagus aja, yang cucok…hahahaha….”

langsung saja si tukang cukur menghabisi rambut helai demi helai, dalam perjalanan menghabisi rambutku kami pun bercerita mengenai FPI yang kemarin lalu melakukan aksi brutal di Monas, apakah ini indikasi FPI memang brutal atau keberhasilan pemerintah mengalihkan issue kenaikan BBM? mungkin hanya rumput yang bergoyang yang tau.

tara…. akhirnya selesai sudah acara potong rambut ini, dan tak lupa aku menanyakan kalo potongan seperti ini potongan apa namanya, agar nantinya ketika aku kemari lagi aku tak susah mejawab ketika mendapatkan pertanyaan seperti ini.

“Bebas Rapi” sahutnya sambil tertawa terkekeh-kekeh.

*glodak* akupun cuma bisa tersenyum sambil bergumam “lucu juga ni tukang cukur” dan aku lanjutkan dengan mengeluarkan uang 7000, tapi selebihnya aku puas dengan hasil kerjanya.

Jadi kalo anda duduk di kursi panas dan mendapat pertanyaan dipotong gimana? jawaban anda….?

Popularity: 82% [?]

8 responses so far

May 28 2008

Sudahkah Kita Menyelamatkannya?

Published by Dipoetraz under Bali, Opini, Personal

Seringkali mendengar, melihat, maupun membaca mengenai masalah lingkungan, ya di radio, koran, televisi,
kita harus melestarikan alam demi anak cucu kita kelak dan bla..bla..bla…
Hutan semakin sedikit, kawasan pesisir pantai sudah semakin banyak yang rusak parah, jadi teringat dengan
kejadian di pantai Lebih, Gianyar beberapa waktu silam, belum lagi berkurangnya sumber daya air, danau dan
sungai-sungai di Bali yang mulai mengering.

Continue Reading »

Popularity: 100% [?]

10 responses so far

Next »

Google
Bali Blogger Community