Archive for February, 2008

Feb 25 2008

Menghitung Februari

Published by Dipoetraz under Iseng

begitu cepat waktu berlalu, sekarang ternyata sudah tanggal 25 Februari 2008
berarti tinggal 4 hari lagi.

Popularity: 52% [?]

7 responses so far

Feb 11 2008

Professionalitas Sebuah Banjar

Published by Dipoetraz under Opini

Seperti biasa menyambut Nyepi, setiap banjar pasti ingin membuat ogoh-ogoh, sebab dengan adanya ogoh-ogoh di setiap banjar maka pemuda-pemudi pasti di anggap exist dan kreatif. Termasuk di banjar Praja Sari, yang notabene banjar saya.

Dengan adanya keinginan untuk membuat ogoh-ogoh secara otomatis akan memerlukan biaya yang banyak untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan pembuatan ogoh-ogoh. Walaupun sempet diajakin rapat kemaren sama tetangga untuk membahas masalah ogoh-ogoh ini, tapi sayangnya ga bisa hadir karena memang ada urusan yang sangat mendesak.

Nah mulai masuk ke bahasan yang sangat pelik, yaitu uang. Karena hanya dengan faktor ini “keberhasilan” sebuah ogoh-ogoh akan terlihat.

Barusan pulang kantor udah ditodong oleh sekitar 5 orang pemuda yang membawa sebuah map.
Langsung aja saya tanyakan

“Ada apa ini?”
“Ini mau minta sumbangan untuk membuat ogoh-ogoh menyambut Nyepi”
“Trus..”
“Ya minta sumbangan”
“Oh… oke.. sebentar tak bawa ke dalam dulu”

Sesampai di dalam rumah belum buka sepatu langsung baca isi map, yah… isinya seperti itulah tidak ada no arsip, kop surat banjar, cuman berisi kira-kira berisi seperti ini (lupa…)

“…… untuk meningkatkan kreativitas pemuda dan menyambut hari raya Nyepi, meminta sumbangan untuk membuat ogoh-ogoh…..”

kemudian di lembar kedua berisi list penyumbang yang dimulai dari no urut 29… 38
* no 1 -28 nya kemana ya ? sempet berpikir ini tepu…tepu…

Sebab seminggu sebelumnya juga datang sekitar 4 pemuda yang datang membawa map juga berisi permintaan sumbangan tapi berhubung waktu itu belum pernah ada rapat di Banjar mengenai pembuatan ogoh-ogoh jadinya ditolak.
Dasar gadungan untung sempet tanya sama bapak, kalo belum ada rapat masalah Nyepi!

Tapi akhirnya nyumbang juga (20.000 doang - abis curiga) walau rada-rada ga jelas ini beneran apa enggak….

Sebenernya kalo sumbang menyumbang sih ga masalah asal, maksud dan tujuannya jelas.
Contohnya,

Seharusnya sebelumnya sudah ada hasil survey mengenai:
1. Ogoh-ogoh apa yang akan dibuat?
2. Besarnya seberapa?
3. Bahan-bahan apa saja yang diperlukan (mungkin saja yang nyumbang punya barang-barang yang diperlukan, karena itu lebih bermanfaat daripada uang yang tingkat penggunaan yang tidak jelas sangat besar.
4. Akan dibawa kemana saja ogoh-ogoh tersebut?
5. Kira-kira jumlah sumbangan berapa diperlukan-walaupun hanya sekedar estimasi saja?
6. Siapa saja yang terlibat?
7. (ada yang mau nambahin?)

Sebenarnya masih banyak lagi yang harus dilampirkan pada waktu meminta sumbangan, saya yakin seyakin-yakinnya kalo memang para peminta sumbangan tersebut didasari dengan landasan yang kuat, sumbangan akan mudah didapatkan, karena memang jelas !!

Setelah itu diingat buat laporan pertanggungjawabannya transparansi biaya, cantumkan di banjar atau disebarkan ke para penyumbang.

Kalo dokumen yang dibawa cuma segitu-segitu saja yah… sumbangannya saya yakin cuman segitu-segitu juga… nanti kalo ga terpenuhi pasti emosi… halah…. cape dehh…..

Memang hal-hal seperti ini mungkin harus dijalani 6 bulan sebelum Nyepi, bukan hanya sekedar meminta sumbangan dalam waktu seminggu. Terlalu instan !!

Mungkin juga Pemerintah bisa ikut membantu membuatkan standarisasi dalam pelaksanaan (permintaan sumbangan) seperti ini dan diteruskan ke desa-desa dan banjar-banjar, sehingga masyarakat pun bisa memaklumi dan mau menyumbang apabila standard itu terpenuhi.
Kalo tidak memenuhi standard ya berarti ga bisa minta sumbangan hehehhe…

Sebuah harapan professionalitas dalam sebuah banjar.

Popularity: 64% [?]

13 responses so far

Feb 11 2008

Bali Blogger Community

Published by Dipoetraz under BBC, News


Selamat buat BBC yang telah dilaunching pada 10 Februari 2008 di Popo Danes Art Veranda, Tanjung Bungkak Denpasar.Terima kasih buat panitia yang telah bekerja keras demi kelangsungan acara ini sehingga berjalan dengan baik dan lancar.
Acaranya pun dikemas dengan baik, santai tapi bermutu. Para blogger yang hadir pun dapat merasakan kemeriahan acara tersebut dengan dibagi-bagikannya beberapa hadiah, makanan yang memang sudah disiapkan oleh panitia.

Sempat terpikir karena datang terlambat, sebab sekitar Pk. 16.00 masih berada di Tiara Grosir - nganterin ibu beli bahan makanan sehari-hari, padahala acara menurut jadwal dimulai Pk.16.00.

Akhirnya berangkat dari rumah sekitar Pk. 16.20 berharap acara belum dimulai, dan setelah tiba di venue beruntung acara belum dimulai. Sempet grogi sih , gimana engga’ ? datang sendiri, ga tau harus cari siapa di sana. Tapi suasana hati langsung tenang setelah bertemu dengan Suryawan di situ yang kebetulan juga temen satu kantor di Mitrais.Setelah mengisi absensi, langsung membeli baju BBC, tulis nama ambil tas kecil yang berisi baju langsung ngeloyor eh…
ditanyain “Uangnya mana?” upss…. ternyata belum bayar *enaknya mau ambil baju doang langsung ngacir, bli Yanuar ketawa aja ngeliatinnya… hahahaha….
Tak lupa ngambil teh hangat, sama ubi wuih…. jaen ne puk…
Langsung ambil posisi duduk di bawah punyan belimbing sama Suryawan di atas tangga dan di depan panggung.

Tak lama eh ketemu sama Dexno temen di STIKOM Surabaya dulu.Acara pun dibuka oleh Ike dan Bli Anton diatas panggung yang penuh dengan alat-alat musik yang akan dipake Animo.
Peresmiannya ditandai dengan pembacaan manifesto oleh Ancak dan Novita, adapun isi manifestonya seperti ini

“Kebebasan informasi dan berekspresi adalah hak asasi, karena itu kami menolak penyeragaman informasi.”
“Mai Ngeblog Apang Sing Belog”

Sebernya acara ini lebih banyak didominasi oleh pembagian doorprize (tentunya merupakan daya tarik buat bloggers), sperti Voucher hosting gratis Rakhahost.com, baju dari Beritabali.com dan beberapa buku yang dibawakan oleh Bang Yos.
Saya salah satunya yang mendapat voucher Hosting 100Mb gratis selamanya yang diberikan oleh Rakhahost.com - terima kasih banyak tapi ga tau mau diapain ini…??walaupun jawab ngawur, abis ditanyain blog yang berawalan huruf “S”, langsung aja yang terlintas diomongin, ya S..rumahtulisan.wordpress.com kepunyaan bli anton, eh malah diterusin sama bli Anton dengan S..pandebaik.blogspot.. S.. blogdokter.net, hahahaha…. akhirnya dapet hadiah juga.

Oh..ya tak lupa Bli Wayan Juniartha sempet bercerita tentang perjuangan menentang UU Anti-Pornoaksi dengan blog jiwamerdeka.blogspot.com. Sempet tertancap di kepala kata-kata “kalo tidak bisa dilawan dengan perbuatan, lawanlah dengan pikiran” , setujuuuu !!! hehehe…Akhirnya acara dilanjutkan dengan makan malam nasi Jenggo ditemani gerang dan sate…mak nyusss oi….
Ditutup dengan es buah nyam..nyamm… * wih adi seduk basange biin nah?? :D


Selagi makan malam Animo pun menemani dengan membawakan lagu-lagu yang enak sekali… wah suasana tambah asyik,

saking asyiknya mendengarkan lagu tak terasa Animo sudah membawakan tiga buah lagu, karena penonton belum puas Animo pun dipaksa buat menyanyikan satu lagi. Mantab euy… lagunya asik apalagi liat pemain perkusinya menikmati sekali.

Setelah itu acara dilanjutkan dengan melakukan penandatanganan di selembar kain putih, eh sebelumnya ada Prof. Andrian Vickers - yang merupakan tamu kejutan hadir buat memberikan sambutan yang intinya menyambut baik kehadiran community ini untuk berpikir secara bebas.Setelah itu dilanjutkan dengan foto bareng, sempet kena

lan sama Mas Hendra dan pasukan pun langsung dibubarkan setelah session poto selesai.nih ada beberapa photo.





Popularity: 72% [?]

9 responses so far

Feb 09 2008

Tirta Yatra - Pura Ponjok Batu

Published by Dipoetraz under Personal, Tirta Yatra

Kamis tanggal 7 Februari 2008, perjalanan mencari percikan tirta saya lanjutkan menuju Pura Ponjok Batu - Buleleng. Hari itu kebetulan memang hari libur Imlek (Gong Xi Fat Cai buat yang merayakan), jadi bisa dipakai buat perjalanan yang cukup jauh.

Berangkat Pk. 09.00 pagi dari denpasar melalui penatih, payangan, setelah sampai di Gunung Batur, dilanjutkan melalui kubutambahan (padahal seharusnya lewat madenan supaya lebih dekat - jalan menuju madenan kelewatan gara-gara keasyikan ngobrol di dalam mobil) - petanya dapat dilihat di sini dan sampai di Pura Ponjok Batu. Walaupun agak menjauh yang penting asyik dan perjalanan harus dinikmati walaupun jalan yang harus dilalui berkelak-kelok. Akhirnya tiba di Pura Ponjok Batu sekitar Pk. 12.00.

Pura ini terletak di pinggir jalan perbatasan antara Kabupaten Buleleng dan Kabupataen Karangasem serta terletak di pinggir laut Jawa. Pertama-tama melakukan persembahyangan di Beji yang terletak di bagian Utara dari Pura di pinggir laut. Adapun sisi keunikan di tempat ini yaitu Tirta yang diambil dari semburan air di pinggir laut tersebut, dan air yang diambil tersebut terasa tawar bukan asin sebagaimana biasanya air laut. Di bagian ini juga terdapat Mythological Ship yaitu terdapat seperti perahu yang letaknya di atas batu di dalam laut, seperti tampak pada photo di bawah ini.


Setelah itu persembahyangan dilanjutkan ke Pura Ponjok Batu tersebut, melewati puluhan anak tangga akhirnya tiba di dalam areal Pura, suasana terasa tenang dan hening, hanya ada seorang Pemangku ketika itu. Pemangku tersebut juga yang menuntun dalam melakukan persembahyangan kala itu. Di areal dalam Pura tersebut terdapat 10 Pelinggih dan di depannya dikelilingi 9 patung yang mensimbolkan Dewata Nawa Sanga.

Adapun empat pelinggih utama yaitu Dewa Baruna, Dewa Ganesha, Dewa Siwa, Danghyang Nirartha, dan Sanggar Agung. Tampak dalam photo berikut.


dari kiri ke kanan: Dewa Baruna, Dewa Ganesha, Dewa Siwa, Dang Hyang Nirartha, Sanggar Agung.

Selesai sembahyang, sempet minta carang Jepun alias bunga Kamboja yang tumbuh di areal Pura tersebut untuk ditanam di rumah. Sebelum melanjutkan perjalanan pulang ke Denpasar, tak lupa menyantap makan siang di tepi pantai, tempat pertama kali sembahyang. wah enak sekali….. angin sepoi..sepoi… yang terdengar hanya deburan ombak dan tertawa kecil ponakan yang masih berumur 4 tahun… damai sekali.

Setelah itu perjalanan pulang pun dilanjutkan, kabut sangat tebal sepulang dari Pura Ponjok Batu, akhirnya tiba di Denpasar Pk. 17.00. Sempet mampir ke pasar tradisional Payangan beli perlengkapan buat nge-lawar hari sabtu. Semoga pasar tradisional bisa bertahan dari kepungan supermarket.

Semoga dalam waktu dekat bisa mengunjungi Pura di Pulau Menjangan.

Sekilas Sejarah Pura Ponjok Batu:
Asal muasal berdirinya Pura atau Kahyangan ini erat hubungannya dengan perjalanan Danghyang Nirartha yang juga dikenal dengan sebutan Danghyang Dwijendra, di dalam Dwijendra Tattwa antara lain dikisahkan sebagai berikut : Pada zaman pemerintahan Dalem Gelgel Sri Waturenggong, sekitar tahun Isaka 1411 atau tahun 1489 M datanglah di Bali Danghyang Nirartha yang kemudian dikenal dengan sebutan Danghyang Dwijendra. Setelah beberapa lama beliau tinggal di Gelgel, maka pada suatu hari Danghyang Nirartha ingin meninjau daerah Bali di sebelah Utara Gunung (Den Bukit) yaitu Buleleng, yang seterusnya kalau tidak ada aral melintang beliau berniat akan terus menyeberang ke Sasak (Lombok). Sesudah beliau berjalan beberapa hari lamanya kemudian Danghyang Nirartha sampai pada suatu tempat di Pantai Utara Pulau Bali yang letaknya di sebelah barat laut Gunung Agung. Tempat itu berupa sebuah Tanjung yang terdiri dari batu batu, dan dari celah-celah batu tersebut tumbuh kayu-kayuan sehingga Tanjung Batu tersebut menjadi semak-semak. Di sana Danghyang Nirartha berhenti dan duduk di atas batu pada tempat yang agak tinggi untuk menikmati pemandangan laut Jawa yang terhampar luas yang sangat mengasyikkan dan menumbuhkan inspirasi baginya. Tidak dikisahkan entah sudah berapa lama Danghyang Nirartha berada di tempat itu, pada suatu hari tidak jauh dari tempat beliau duduk arah sebelah Timur terdampar sebuah perahu. Timbul keinginan beliau untuk mengetahui apa gerangan yang menyebabkan perahu tersebut terdampar, lalu tempat perahu itu terdampar didekatinya. Setelah diperiksa ternyata perahu itu mendapat kerusakan yaitu tiang layarnya patah dan layarnya robek-robek, sedang tali temalinya terputus. Anak buah dan nahkoda perahu tersebut terlempar ke pantai dalam keadaan mabuk laut dengan kondisi fisiknya sangat lemah dan tergeletak di atas pasir seakan-akan tidak berjiwa lagi. Danghyang Nirartha menyaksikan kondisi mereka yang sangat mengerikan dan menyedihkan itu menjadi iba hati, lalu segera memberikan pertolongan. Dengan kekuatan bathinnya, anak buah dan nahkoda perahu itu oleh Danghyang Nirartha diberikan babayon (tenaga) secara gaib, sehingga anak buah dan nahkoda perahu tersebut menjadi siuman dan sadarkan diri, dan tiada lama mereka sudah dapat duduk di atas pasir. Menyadari dirinya ditolong, lalu mereka menyampaikan terima kasih yang tak terhingga kepada Danghyang Nirartha, karena mereka yakin bahwa tanpa pertolongan beliau ini mereka pasti menemui ajalnya. Kemudian Danghyang Nirartha bertanya kepada anak buah dan nahkoda perahu tersebut demikian,”Darimana saudara sekalian ini?”, dan segera dijawab oleh nahkoda perahu itu,:”Ya Paduka Pandita, kami ini bertujuh (7 orang adalah berasal dari Sasak (Lombok), dan di dalam pelayaran ini kami mendapat bahaya yaitu sekitar kurang lebih 1 bulan perahu kami terombang-ambing oleh ombak dan gelombang laut serta kami sampai kehabisan bekal.” Seterusnya nahkoda perahu itu melanjutkan ceriteranya: “Entah sudah berapa lama kami tidak makan dan minum ditambah lagi mabuk laut, sehingga kami tidak sadarkan diri. Dalam siatuasi dan kondisi yang demikian, kami sudah tidak ada harapan hidup, dan nasib kami serahkan atas kehendak Yang Maha Kuasa, yang akhirnya kami terdampar dan terlempar di pantai ini. Kami menghaturkan banyak terima kasih yang keluar dari hati nurani kami yang paling dalam atas belas kasihan dan pertolongan Paduka Pandita, yang berkenan menghidupkan kami kembali. Kami yakin tanpa belas kasihan dan pertolongan Paduka Pandita kami tidak akan mungkin hidup seperti sekarang,” demikian jawaban dan ceritera nahkoda perahu tersebut. Oleh karena ketujuh orang itu tampaknya sudah agak pulih kesehatannya, lalu Danghyang Nirartha memberitahu kepada mereka itu untuk membersihkan diri masing-masing dan minum air pada sebuah mata air yang baru saja timbul. Kemudian mereka disarankan mencari buah-buahan di dalam semak-semak untuk dimakan, dan setelah itu mereka lakukan , kemudian mereka beristirahat dan bermalam bersama Danghyang Nirartha disana. Di sana Danghyang Nirartha menyarankan, andaikata mereka akan kembali berlayar ke Sasak (lombok) sebaiknya esok harinya saja dan Danghyang Nirartha akan ikut ke Sasak (Lombok). Semua saran dan nasehat Danghyang Nirartha itu diturut dan ditaati oleh anak buah bersama nahkoda perahu tersebut, dan pada malam harinya mereka bermalam di sana. Tidak dikisahkan bagaimana gembira hatinya anak buah bersama nahkoda perahu tersebut, besoknya pagi-pagi mereka sudah bangun dalam keadaan fisik yang segar bugar sebagaimana keadaan sebelumnya. Menurut mereka hal ini terjadi tidak lain adalah berkat kekuatan bathin dan ketinggian ilmu gaibnya Danghyang Nirartha. Hari itu keadaan laut tenang karena tidak ada gelombang besar seperti hari kemarinnya, serta menurut hemat Danghyang Nirartha saat itu adalah waktu yang baik untuk berlayar ke Sasak (Lombok). Mereka lalu bersama-sama dengan mempergunakan perahu itu berlayar menuju ke Sasak (Lombok) dalam keadaan selamat dan sampai ke tempat tujuan, walaupun perahu itu tanpa layar. Sesudah tanjung Batu itu ditinggalkan oleh Danghyang Nirartha terjadilah keajaiban yang membuat orang-orang di sekitarnya terheran-heran, karena setiap malam hari di bekas tempat Danghyang Nirartha berhenti dan duduk itu batu-batunya menyala. Orang-orang itu ingin melihat dan membuktikan apa gerangan yang telah terjadi di atas batu-batu tersebut, sehingga setiap hari Tanjung Batu itu ramai dikunjungi orang. Mereka itu bukan saja ingin mengetahui mengenai keajaiban yang terjadi di sana, melainkan ingin mendapatkan keselamatan, lalu mereka melakukan persembahyangan di sana. Akhirnya di sana dibangun sebuah Pura atau kahyangan dengan bangunan sucinya berbentuk sebuah “Sanggar Agung” dan Pura atau Kahyangan itu diberi nama “Pura Ponjok Batu” sesuai dengan tempat itu yang merupakan tanjung batu. Kata “tanjung” sama dengan “ponjol” dalam bahasa Bali, sehingga kata “ponjok batu” berati “tanjung batu”, dan sekarang pura atau Kahyangan itu menjadi tempat persembahyangan umum, untuk memohon keselamatan. Tidak mustahil bahwa sampai sekarang sudah terjadi perubahan-perubahan dari aslinya pura atau kahyangan tersebut, baik mengenai arealnya maupun mengenai palinggih (banguna sucinya). Tentu saja perubahan-perubahan itu sesuai dengan perkembangan dan tuntutan kebutuhan penyungsungnya, namun yang jelas dilihat dari segi status dan fungsi dari Pura Ponjok Batu ini masih tetap sebagaimana semula. Dari uraian tersebut dapat diambil suatu kesimpulan bahwa Pura Ponjok Batu ini tidak dapat dipisahkan dengan kisah perjalanannya Danghyang Nirartha.

Popularity: 68% [?]

One response so far

Feb 05 2008

Undangan Launching Bali Blogger Community

Published by Dipoetraz under News

Informasi:

Semeton Belogger yth,

Setelah tertunda bulan lalu, akhirnya kita akan launching komunitas blogger Bali, Bali Blogger Community (BBC) juga bulan ini.

Launching ini sebagai bagian dari kampanye kita untuk mengenalkan blog pada masyarakat, sekaligus mengenalkan BBC. Karena itu, mengundang dengan hangat pada semeton belogger Bali untuk hadir pada Launching BBC yang akan dilaksanakan pada:

Hari/Tanggal: Minggu/10 Februari 2008
Waktu: Pukul 16.00 s/d 19.00
Tempat: Popo Danes Art Veranda Jl Hayam Wuruk 159 Tanjung Bungkak Denpasar

Selain launching resmi BBC dan website, juga ada acara bebas seperti makan malam, bagi-bagi doorprize, dan seterusnya. Jadi jelas rugi kalau tidak datang. Oya, ada kaos BBC pula untuk yang datang. Tapi kaosnya tidak gratis.

Untuk hadir pada launching ini, semeton belogger tidak perlu bayar apa pun alias gratis, tis. Namun, untuk kepentingan teknis, mohon untuk konfirmasi ke Made Yanuar di 08155734998/yanuar@gmail.com atau Luh De di 08123986124/lodegen@yahoo.com. Bisa juga telepon ke flexi 7989495. Konfirmasi paling telat pada Jumat, 8 Februari 2008 pukul 18.00 Wita.

Demikian undangan ini. Semoga semeton belogger sareng sinami berkenan untuk hadir. Mohon bantuannya juga untuk memasang undangan ini di blog semeton belogger Bali sekalian agar makin banyak blogger Bali yang hadir.

Terima kasih,

Panitia Launching

Sumber: http://rumahtulisan.wordpress.com

Popularity: 32% [?]

No responses yet

Google
Bali Blogger Community