Dec 24 2007
Tirta Yatra ke Jawa Timur ( Pura Blambangan, Pura Luhur Giri Salaka, Goa Istana)
10 November 2007.
Perjalanan ke Tanah Jawa khususnya Jawa Timur, mengunjungi Pura Blambangan, Alas Purwo dan Goa Istana.
Kami berdelapan (semua merupakan keluarga) berangkat dari Denpasar sekitar pukul 08.00 (WITA) dan tiba di gilimanuk sekitar pukul 11.30, sebelum melanjutkan perjalanan ke seberang laut, kami menyempatkan mengisi perut di Ayam Betutu Bu Lina ,
(wah enaknya…ayam betutu khas Bali)
dan akhirnya kami tiba di Bayuwangi sekitar pukul 15.00 (WIB)- Pura Blambangan kami membersihkan diri (mandi) di tempat yang telah disediakan. Kemudian kami melakukan persembahyangan di Pura Blambangan. Pura Blambangan lumayan ramai dan mungkin kebetulan memang Hari Raya Saraswati.
Pura Blambangan ini melakukan piodalan pada hari raya Kuningan.
(photo sekeluarga di Pura Blambangan)
(ki-ka: Pak Juli,Pak Yande, Deddy -My Bro, Bapak, Pak Mangku - pemangku setempat, diriku, Pak Tut, Pak De ‘Bacer’, Pak Mande)
Setelah itu kami melanjutkan perjanalan ke Alas Purwo yang kira-kira memakan waktu sekitar +/- 3 Jam dan melalui jalan yang rusak tapi mengasyikkan, dengan menggunakan 2 kendaraan yaitu Kuda dan Innova.
Akhirnya tiba di Pura Luhur Giri Salaka pukul 18.00 WIB dan langsung melakukan persembahyangan di Pura Luhur Giri Salaka dan dilanjutkan melakukan persembahyangan di Situs yang terletak kira-kira 10 meter di sebelah timur Pura Luhur Giri Salaka.
Kemudian kami kembali melakukan persembahyangan pada malam harinya tepat pukul 00.00 diiringi rintik-rintik hujan yang seakan-akan membersihkan kami yang melakukan persembahyangan.
Keesokan harinya sekitar pukul 05.00 WIB -yang bertepatan dengan hari raya Pagerwesi- pagi kami bersiap-siap untuk melanjutkan perjalanan ke Goa Istana. Air pun terasa sangat segar + dingin (brrrrr..) pada saat kulit terkena air.
Tempat pukul 05.30 WIB kami berangkat ke Goa Istana yang memakan waktu sekitar 30 menit hingga sampai ditempat pemberhentian – pada saat perjalanan kami pun masih merasakan kealamian dari daerah tersebut dengan ditemuinya Burung Merak, Rajawali, Rusa. Setibanya disana kami disambut oleh hujan yang sangat deras serta angin yang bertiup sangat-sangat kencang (yang kemudian di keesokan harinya terjadi bencana Angin Puting Beliung di Denpasar pada saat yang sama kami mengalami terpaan angina dan hujan yang sangat lebat).
Kami pun akhirnya disarankan untuk melepas sandal kami karena perjalanan yang menmpuh jarak 2 km tersebut akan sangat susah dialalui karena hujan deras tersebut, kami melewati perjalanan yang penuh dengan lumpur yang dikelilingi oleh hutan bambu yang sangat lebat
Perjalanan pun dimulai sekitar pukul 06.00 tanpa payung, sandal kami memulai perjalanan hanya membawa sebatang bambu yang akan digunakan untuk membantu kami berjalan agar tidak terpeleset.
Kamipun menikmati perjalanan tersebut, kadang ditengah perjalanan terdengar suara tawa dari keluarga kami yang lain pada saat kaki mereka tenggelam kedalam Lumpur maupun pada saat mereka hampir terjatuh, suasana itu sangat menyenangkan. Hanya terdengar suara hujan suara-suara alam.
Akhirnya kami tiba didepan Goa Istana, disebelah kanan sebelum naik ke Goa Istana terdapat aliran air yang bersih yang memang digunakan sebagai tempat pembersihan (beji?)sebelum memasuki Goa Istana tersebut.
Setelah itu kami melakukan persembahyangan didalam Goa tersebut. Pada saat itu keadaan goa sangat gelap sekali dan kami melakukan persiapan untuk melakukan persembahyangan dengan membakar dupa maupun menyiapakan canang sari, selang berapa saat ternyata sebelum kami tiba ternyata sudah ada beberapa orang yang melakukan semedi sebelumnya.
Suasana yang sangat hening pada saat itu hanya terdengar tetesan air melalui stalakmit dan kadang deburan ombak laut samudra Indonesia… yang membuat suasana semakin mistis.
setelah selesai melakukan persembahyangan kami pun kembali melalui perjalanan yang sama, dan pada saat kembali, kami pun berjumpa dengan beberapa orang yang akan mengunjungi Goa Istana.
(sepulang dari Goa Istana - Me, Mas Budi, Bapak)
Perjalanan yang mengasyikkan, kamipun melanjutkan perjalanan pulang ke Denpasar Bali, tapi sempat kami mampir ke Pantai Trianggulasi sekdar untuk melihat deburan ombak samudra indonesia.
~ Wawan Diputra ~
Popularity: 58% [?]






