Jul 03 2008

Antrian Mandiri yang mengecewakan

Published by Dipoetraz under Personal

Jadi ceritantya begini, tadi siang sekitar 12.30pm (03/07/2008) berangkat ke Bank Mandiri di Kuta depan tempat makan Bu Tinuk, berencana untuk buka rekening baru yang nantinya mau digunakan untuk rekening dana punia. Setelah sampai di Bank tersebut saya langsung mengambil no antrian yang letaknya tak terlihat (huh bukannya ditaruh di deket pintu biar terlihat - memang sih ini pertama kalinya saya masuk Bank Mandiri), ah ternyata dapat no 81 padahal sekarang masih no 76 yang terakhir nampak di layar monitor, kemudian duduk di sebelah tempat pengambilan nomer antrian tersebut dan di depan salah satu CS.

Setelah beberapa saat ada seorang wanita baru datang dan nampaknya memang sedikit akrab dengan CS di sana, semuanya disapa.., sejurus kemudian, setelah salah satu orang yang selesai dilayani oleh salah satu CS, wanita ini langsung saja menyambar ke tempat duduk tersebut dengan diawali sedikit basa basi dengan CS-nya, padahal nomer antriannya 88. Yang jadi masalah disini sebenarnya bukan masalah si nasabah tersebut nyelonong atau enggak, apabila memang Mandiri sudah menetapkan bahwa no antrian merupakan standard untuk pelayanan, berarti CS-nya yang salah, setidaknya si CS juga harus tanya,

“ibu nomer urut berapa?”

dan kalau memang belum gilirannya si CS harus berani bilang

“ibu bukan gilirannya sekarang, harap tunggu dulu”,

ternyata apa yang saya harapkan tidak terjadi si CS tetap saja membiarkan si wanita itu dan si CS juga tetap melayaninya, kemudian setelah selesai mereka berurusan si wanita itu dengan enaknya menaruh kembali nomer antrian 88 itu ditempat nomer antrian tersebut.

“dodol.. kalah sama bebek ternyata orang ini”

Kemudian ada salah seorang nasabah datang dan kebingungan ketika mengambil nomer antrian dan bertanya ke SATPAM yang berdiri di sebelahnya

“nomer antrian mana yang benar neh? kok ada 93 kok ada 88?”

seketika langsung saya sambung,

“pak, nomer antriannya ga bener, coba aja liat yang sekarang di depan CS-nya sesuai ga dengan nomer yang di monitor?”

langsung saya taruh nomer antrian 81 yang saya pegang, di depan SATPAM tersebut, kemudian keluar dari Bank Mandiri tersebut dengan kecewa dan ga jadi buka rekening, saya juga buru-buru saya harus balik ke kantor pk 01.00pm.

Males.. kayaknya ga mau buka rekening di Mandiri.

Popularity: 7% [?]

2 responses so far

Jun 24 2008

Yang suka nyanyi pasti perlu neh

Published by Dipoetraz under Iseng, Music, News

Suka nyanyi sambil kerja di depan komputer, tapi ga hapal lirik lagunya?

Mungkin infonya udah rada usang, sapa tau ada yang lupa :D
tenang sekarang ada plug in untuk WinAmp (ada juga untuk MediaPlayer) untuk menampilkan lirik lagu yang diputar asalkan ID Tag untuk Mp3 tersebut benar antara title dan artistnya dan yang paling utama adalah koneksi Internet. Semuanya dilakukan hanya dalam 3 langkah sebagai berikut.

1. Download plugin-nya di sini, pilih yang untuk WinAmp.
Downloadnya cepat sebab ukuran filenya cuma 63KB.

2. Install plugin tersebut.

3. Jalankan WinAmp dan tekan kombinasi alt+y, selesai.

Kalo ID Tag-nya salah, ID tag ini bisa diedit dengan cara sebagai berikut:
- add file Mp3 tersebut ke dalam playlist Winamp kemudian tekan alt+3 atau klik kanan pilih view file info, kemudian isilah artist dan title dari Mp3 tersebut.

kalo masih liriknya ga ada, ya diisi sendiri :P

happy singing.

Popularity: 29% [?]

4 responses so far

Jun 20 2008

9 Juli Sudah Dekat

Published by Dipoetraz under Iseng

Pilkada sebentar lagi… sudahkan anda memantapkan pilihan?
atau memilih untuk tidak memilih dan bertanya haruskah kita memilih?

Apakah benar bali di masa depan di tangan mereka?
~ Ngulati Bali Santhi Lan Jagaditha~

Popularity: 31% [?]

6 responses so far

Jun 09 2008

Cerai !

Published by Dipoetraz under News, Personal

Akhirnya sabtu (07/06/08) kemaren resmi pisah alias cerai dengan unlimited mobile centrin online, udah ga kuat bayarnya (mahal banget) seiiring dengan kenaikan BBM yang menyesakkan.

Sekarang masih menunggu bagaimana review terhadap telkomsel unlimited, jika hasil reviewnya bagus mungkin akan berpaling kesini, dan sekarang harus memanfaatkan internet di kantor.

Popularity: 66% [?]

13 responses so far

Jun 04 2008

Potong gimana?

Published by Dipoetraz under Iseng, Personal

Itulah pertanyaan yang sering kita dengar ketika sudah duduk manis di kursi sebuah salon atau tukang cukur. Padahal sampai saat ini sudah begitu seringnya pergi ke tukang cukur masih saja susah untuk menjawabnya. Ya, tadi hal itu terjadi menimpaku, saat duduk di kursi panas di sebuah tukang cukur Maduratna di seputaran jalan WR.Supratman. Ruangan yang hanya berisi dua buah kursi dan tumpukan koran bekas bulan-bulan lalu menjadi saksi terpakunya diriku ketika tukang cukur bertanya hal itu, seketika saja aku menjawab seadanya…

potong bebas rapi ‘kataku

spontan aja tukang cukurnya bertanya lagi “maksudnya gimana mas?”

“ya udah potong pendek dirapiin tapi jangan terlalu pendek” tambahku

“ya mas” jawab si tukang cukur

tapi buru-buru aku timpali lagi jawaban tukang cukur tersebut “pokoknya yang bagus aja, yang cucok…hahahaha….”

langsung saja si tukang cukur menghabisi rambut helai demi helai, dalam perjalanan menghabisi rambutku kami pun bercerita mengenai FPI yang kemarin lalu melakukan aksi brutal di Monas, apakah ini indikasi FPI memang brutal atau keberhasilan pemerintah mengalihkan issue kenaikan BBM? mungkin hanya rumput yang bergoyang yang tau.

tara…. akhirnya selesai sudah acara potong rambut ini, dan tak lupa aku menanyakan kalo potongan seperti ini potongan apa namanya, agar nantinya ketika aku kemari lagi aku tak susah mejawab ketika mendapatkan pertanyaan seperti ini.

“Bebas Rapi” sahutnya sambil tertawa terkekeh-kekeh.

*glodak* akupun cuma bisa tersenyum sambil bergumam “lucu juga ni tukang cukur” dan aku lanjutkan dengan mengeluarkan uang 7000, tapi selebihnya aku puas dengan hasil kerjanya.

Jadi kalo anda duduk di kursi panas dan mendapat pertanyaan dipotong gimana? jawaban anda….?

Popularity: 64% [?]

8 responses so far

May 28 2008

Sudahkah Kita Menyelamatkannya?

Published by Dipoetraz under Bali, Opini, Personal

Seringkali mendengar, melihat, maupun membaca mengenai masalah lingkungan, ya di radio, koran, televisi,
kita harus melestarikan alam demi anak cucu kita kelak dan bla..bla..bla…
Hutan semakin sedikit, kawasan pesisir pantai sudah semakin banyak yang rusak parah, jadi teringat dengan
kejadian di pantai Lebih, Gianyar beberapa waktu silam, belum lagi berkurangnya sumber daya air, danau dan
sungai-sungai di Bali yang mulai mengering.

Ternyata seringkali pula kita sering menyalahkan pemerintah maupun investor-investor yang selalu memangsa
lahan hijau kita. Bukannya melindungi mereka, tapi pernahkah kita menyadari dari apa yang sudah kita lakukan
sebelum menyalahkan mereka tersebut di atas?

Okelah pemerintah mungkin harus bekerja keras dalam hal ini tapi tanpa bantuan kita sebagai rakyat apakah
mereka mampu?

Begitu banyak pertanyaan yang akan muncul dari ini, apakah ini semacam lingkaran setan?

Ya, itulah yang terjadi saat ini, kita seharusnya mampu menunjuk titik mana yang harus kita selesaikan
dahulu supaya rantai ini terputus dan nantinya bisa diharapkan mampu menyelesaikan pokok permasalahannya.

Maukah anda membongkarnya demi menyelamatkan lingkungan? demi anak cucu kita?

Memang sebenarnya pemerintah seharusnya mampu memberikan program-program yang nyata untuk melestarikan
lingkungan, tapi apa program seperti apa yang dikehendaki? menanam berjuta pohon? menyirami danau?
Seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk, pembangunan merupakan suatu yang mutlak, kalo tidak ada, rakyat
mau tinggal dimana? akan kerja dimana? ekonomi kita bagaimana? bukannya kalo seperti ini pemerintah juga
akan disalahkan?

Investor? bukannya kita masih membutuhkannya untuk meningkatkan tingkat ekonomi kita? apakah kita sudah
mampu meningkat taraf hidup kita sendiri? kita mau bersaing apa enggak? kalo ga, ya ga usah undang investor
untuk menanam modal di tempat kita. Beres sudah.
loh bukannya tambah parah?

Jelas!!

Mungkin yang kita perlukan sekarang adalah sedikit bijak, tanpa harus menuding karena dengan menuding kita
tidak menyadari bahwa 4 jari sisanya menunjuk kepada diri kita sendiri, yang artinya? silahkan direnungkan sendiri.
Kita sebagai rakyat apalagi lebih dari sekedar rakyat harus mampu bersinergi dengan pemerintah untuk bersama-sama melestarikan lingkungan.

Mungkin Pemerintah bisa dengan membuat peraturan daerah bagi setiap bangunan seperti hotel, villa maupun
bangunan yang lain-lainnya, termasuk rumah tinggal diharuskan menyediakan setidaknya 20% dari luas tanahnya
digunakan untuk area resapan air atau taman serta mempunyai sistem saluran pembuangan yang bagus.

Apakah jika pemerintah memberlakukan seperti itu kita siap menerimanya?
jadi pertanyaan berikutnya adalah Sudahkan tempat tinggal anda 20% dari luas tanahnya merupakan taman atau
area resapan air? jangan-jangan rumah anda tidak ada tanahnya, semuanya beton ato paving? kalo seperti itu

Maukah anda membongkarnya demi menyelamatkan lingkungan? demi anak cucu kita?

Kemudian pertanyaan selanjutnya, bagi yang sering berkendara, sudahkah anda menggunakan bahan bakar yang
beremisi rendah? sudahkah kendaraan bermotor anda menggunakan pertamax?

Mahal ??
Ya !! memang mahal, memelihara memang mahal, sekarang mau menyelamatkan lingkungan apa enggak?

Kemudian ketika anda berbelanja sudahkah anda membawa green bag dari rumah? bukankah kita harus sebisa
mungkin menghindari sampah plastik?

Ayo kita mulai dari diri sendiri dulu, kita doktrin diri kita dengan sesuatu yang postif dan kita harus bisa
bersinergi bukannya mencela tanpa ada solusi.

Sudahkah kita?

Popularity: 83% [?]

10 responses so far

Next »

Google
Bali Blogger Community